Apakah Prodi di UI Tingkat Persaingannya Sangat Ketat?

Apakah Prodi di UI Tingkat Persaingannya Sangat Ketat?

  • Universitas Indonesia (UI) memiliki 128 program studi yang dapat dipilih oleh lulusan SMA Sederajat. Program studi tersebut terdiri dari 13 prodi Vokasi (D3), 64 prodi S1 Reguler, 35 prodi S1 Paralel dan 16 prodi S1 Kelas Internasional. Program pendidikan yang paling banyak diminati pendaftar adalah S1 Reguler. Hal tersebut disebabkan beberapa alasan, yakni S1 Reguler memiliki banyak prodi yang dapat dipilih, dapat mengajukan BOP Berkeadilan yakni biaya pendidikan sesuai kemampuan orang tua dan jalur masuk yang tersedia untuk S1 Reguler lebih dari satu. Salah satu jalur masuk S1 Reguler yang telah berlangsung adalah Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi (SNMPTN). Pada jalur masuk SNMPTN, 2 prodi soshum UI masuk dalam 11 besar tingkat keketatan tertinggi. Prodi tersebut adalah Ilmu Hubungan Internasional dengan tingkat persaingan 1,63%, dan Ilmu Komunikasi dengan tingkat persaingan 2%. Angka persentase diperoleh dari jumlah daya tampung dibagi dengan jumlah pendaftar. Semakin kecil angka persentase menunjukkan semakin ketat tingkat persaingan para pendaftar di prodi tersebut. Jalur masuk S1 Reguler lainnya adalah Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) yang saat ini sedang proses seleksi Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK). Pada SBMPTN tahun 2019 yang lalu, prodi Bahasa dan Kebudayaan Korea merupakan prodi yang paling tinggi tingkat persaingannya di UI yakni sebesar 4,27%. Hal tersebut dikarenakan prodi Bahasa dan Kebudayaan Korea hanya memiliki daya tampung kurang dari 10 sedangkan pendaftar mencapai lebih dari 300 peserta. Bagaimana dengan tingkat persaingan S1 Reguler di SIMAK UI? Tingkat persaingan SIMAK UI selalu lebih ketat dibandingkan jalur masuk lainnya. Lihat tingkat persaingan pendaftar S1 Reguler tahun lalu di sini. Persaingan lebih ketat disebabkan pendaftar SIMAK lebih banyak dari jalur masuk lainnya, terlebih lagi daya tampung S1 Reguler di SIMAK UI mencapai 50 persen, yakni jauh lebih tinggi dari jalur masuk lainnya. Peluang masuk SIMAK UI yang tinggi dapat semakin ditingkatkan dengan memilih berbagai perogram pendidikan lainnya seperti Vokasi dan S1 Paralel. Peserta SIMAK UI dapat memilih S1 Reguler sekaligus dengan Vokasi dan S1 Paralel hanya dengan satu kali ujian. Tingkat persaingan S1 Paralel juga tidak kalah ketat dibanding S1 Reguler namun masih sedikit lebih longgar. Ketahui tingkat persaingan prodi yang ada di S1 Paralel pada tautan ini. Program pendidikan vokasional UI menawarkan prodi yang tidak kalah menarik untuk dijadikan pilihan melanjutkan studi, kenali prodi Vokasi dan tingkat persaingannya di laman ini. Berdasar informasi tingkat persaingan ini, pendaftar diharapkan dapat memilih prodi yang paling diminati dengan menyesuaikan kemampuan diri. Tidak perlu takut untuk memilih UI karena banyak pilihan program pendidikan dan prodi yang dapat dipilih sesuai minat dan kemampuan masing-masing.

    19 Jul
    19 Jul
  • Kantor Penerimaan Mahasiswa Baru Universitas Indonesia (PMB UI) rutin menyelenggarakan sosialisasi jalur masuk UI hingga ke pelosok Indonesia. Sasaran yang dituju antara lain daerah tertinggal, terdepan dan terluar (3T). Tingkat penerimaan mahasiswa baru dari daerah 3T di UI masih sangat rendah, oleh karena itu UI menargetkan hingga 20% mahasiswa baru tahun akademik 2020 berasal dari daerah 3T. UI mengunjungi sekolah-sekolah di wilayah 3T untuk memperkenalkan jalur masuk dan program studi yang ada di UI. Ada lebih dari 100 program studi yang tersebar di jenjang Vokasi, S1 Reguler, S1 Paralel dan S1 Kelas Internasional. Diharapkan dengan kegiatan sosialisasi ini, meningkatkan minat siswa daerah 3T untuk mendaftar di UI. Sosialisasi yang terselenggara pada tahun 2020 berlangsung di 5 kota/kabupaten yakni Sabang, Berau, Ende, Ternate dan Nabire. Kegiatan diselenggarakan bersamaan dengan periode pendaftaran Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN), sehingga peserta masih berkesempatan memilih UI daat mendaftar SNMPTN. Sedangkan bagi mereka yang tidak masuk sistem perangkingan SNMPTN, sosialisasi ini berguna agar siswa mengetahui alternatif jalur masuk UI melalui jalur Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (UTBK – SBMPTN) ataupun SIMAK. Mahasiswa daerah 3T memiliki daya saing yang tidak kalah dengan yang berasal dari Jabodetabek. Adalah Mira, mahasiswa Teknik Sipil 2016 yang berasal dari Nagekeo, Nusa Tenggara Timur memiliki IPK di atas 3.5. Ia mengharapkan semakin banyak mahasiswa dari Flores yang diterima sebagai mahasiswa UI. Selama ini Mira aktif di berbagai organisasi mahasiswa tingkat Departemen hingga Universitas. Ia pun mendirikan himpunan mahasiswa daerah Nusa Tenggara Timur yang aktif mensosialisasikan jalur masuk yang ada di UI. Mira berhasil menunjukkan bahwa kemampuan akademisnya tidak terpengaruh dengan tingginya kegiatan ekstrakurikuler yang ia jalani.  

    10 Jun
    10 Jun