Berdirinya Departemen Teknik Kimia berawal dari Program Studi Teknik Gas pada tahun 1981 yang merupakan hasil kerjasama antara FTUI dengan Pertamina. Pada tahun 2010, Departemen Teknik Kimia memperoleh akreditasi internasional dari AUN (Asean University Network). Sementara di Indonesia sendiri, Departemen Teknik Kimia memperoleh akreditasi A dari BAN-PT.
Tujuan dari program pasca sarjana ini adalah untuk menghasilkan Magister Teknik Kimia yang:
• Berkualitas dalam konsepsi dan perancangan proses kimia untuk tujuan produksi, transformasi dan penanganan material
• Memiliki wawasan ilmu yang luas sehingga mampu mengembangkan sumberdaya alam baik fosil (minyak bumi, gas bumi, batubara) maupun non-fosil, menjadi komoditi yang bernilai tambah tinggi
• Mampu mengembangkan ilmunya pada program strata tiga (Program Doktoral).
Lulusan Program Magister Teknik Kimia diharapkan memiliki komptensi untuk mengembangkan dan memutakhirkan ilmu Teknik Kimia dengan cara memahami dan menguasai pendekatan, metode, kaidah ilmiah disertai ketrampilan penerapannya; memiliki kemampuan untuk memcahkan permasalahan di bidang Teknik Kimia melalui kegiatan penelitian dan pengembangan berdasarkan kaidah ilmiah; serta memiliki kemampuan untuk mengembangkan kinerja profesio9nalnya yang ditunjukkan dengan ketajaman analisis permasalahan, keserbacukupan tinjauan, dan kepaduan pemecahan masalah.
Program Studi Ilmu Teknik Kimia memiliki lima bidang kekhususan:
1. Teknologi Gas
2. Katalis Industri
3. Perlindungan Lingkungan & Keselamatan Kerja
4. Perancangan Produk & Proses Kimia
5. Manajemen Gas
Departemen Teknik Kimia (DTK), sebagai salah satu departemen dari Fakultas Teknik Universitas Indonesia telah mengambil bagian dalam upaya pengembangan di bidang energi, bahan, dan desain produk. DTK, dengan cetak biru risetnya: "SUSTAINABLE CHEMICAL AND BIO ENGINEERING FOR ENERGY AND PRODUCT DEVELOPMENT", telah mengembangkan empat macam grup riset yang masing-masing memiliki target dan tujuan seperti cetak biru riset. Keempat riset group tersebut adalah:
1. Rekayasa Proses dan Konversi Produk Alam (RPKA)
Karena semakin berkurangnya sumber daya minyak dan meningkatnya pencemaran lingkungan, sangatlah penting untuk mengembangkan desain produk berbasis bahan baku alami untuk menggantikan peran minyak bumi. Oleh karena itu, RPKA, dengan sumber daya manusia yang berkualitas tinggi dan fasilitas laboratorium yang memadai, telah mengambil langkah-langkah untuk menjawab tantangan ini dengan melakukan penelitian baik di laboratorium dan pemodelan berbasis komputer / simulasi. Selain itu, desain konstruksi jenis reaktor kimia yang berbeda juga dilakukan, serta uji kinerja untuk berbagai jenis reaksi kimia. Untuk reaksi tertentu / katalis, tes dapat dilakukan baik dalam skala laboratorium dan pilot.
2. Energi Berkelanjutan (EB)
Riset Grup EB telah mengembangkan beberapa upaya untuk mengurangi gas rumah kaca dan emisi polutan, meningkatkan kesinambungan pasokan energi masa depan, mengembangkan penyimpanan energi, meningkatkan efisiensi energi dan meningkatkan penggunaan energi terbarukan dan energi fosil un-konvensional.
3. Teknologi Industri Bioproses (TIB)
Rekayasa Bioproses berfokus pada perbatasan antara ilmu rekayasa biologi dan kimia untuk "Membawa rekayasa untuk kehidupan"/“Bring engineering to life” melalui konversi materi biologis menjadi bentuk lain yang dibutuhkan oleh manusia. Kelompok riset kami berfokus pada bioenergi, bioteknologi lingkungan, dan makanan fungsional
4. Intensifikasi Proses (IP)
Intensifikasi Proses merupakan upaya pengembangan dalam bidang teknik kimia yang bertujuan untuk menghasilkan teknologi yang secara substansial lebih kecil, bersih, dan lebih efisien (energi dan materi). Intensifikasi Proses dapat menyebabkan penggunaan energi yang lebih rendah dalam industri kimia (bulk). Konsep Intensifikasi Proses mencakup berbagai teknologi. Semua teknologi ini memiliki kesamaan bahwa mereka bertujuan untuk meningkatkan efisiensi proses dengan membuat skala proses yang khas menjadi lebih kecil. Riset Grup IP berfokus pada beberapa jenis teknologi yang spesifik: membran, ozon, UV, AOP, dll.
Aktivitas riset yang dilakukan di DTK telah berhasil memenangkan berbagai hibah, seperti: RUT, RUK, RUTI, Hibah Bersaing, RUUI, Hibah Strategis Nasional, Riset Unggulan Strategis Nasional, dll.
Magister