Magister Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Magister Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Sosiologi

P rogram magister Pascasarjana Sosiologi dirancang untuk menghasilkan lulusan yang mandiri dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritis, terampil dalam berkomunikasi dan memiliki kepedulian sosial yang tinggi; menghasilkan lulusandengan perspektif sosiologis yang komprehensif dengan kemampuan metodologi penelitian yang unggul. Untuk yang lebih aplikatif, program Pascasarjana Sosiologi menawarkan lulusan yang mampu merancang pembangunan sosial dan memecahkan masalah-masalah sosial; menghasilkan sosiolog yang mampu mengembangkan pemahaman, analisa dan teori tentang perkembangan masyarakat Indonesia khususnya dan hubungannya dengan masyarakat lain; menghasilkan lulusan sebagai spesialis perencana kebijakan sosial masyarakat Indonesia.

KURIKULUM

Program Magister Sosiologi memiliki beban studi 42 SKS, yang terdiri dari 27 SKS Mata Kuliah Wajib termasuk Reading Course (3 SKS) dan Tesis (6 SKS) ditambah dengan 15 SKS Mata Kuliah Pilihan yang harus ditempuh sekurang¬kurangnya 4 semester (2 tahun) dan maksimum 6 semester (3 tahun). Berdasarkan SK Mendikbud No. 036/UI/1993 tentang Gelar dan sebutan Lulusan Perguruan Tinggi, tertanggal 9 Pebruari 1993, gelar akademik yang akan disandang adalah Magister Sains (M.Si).

  • Teori Sosiologi I
  • Statistik Sosial
  • Reading Course
  • Penulisan Tesis
  • Teari Sosiologi II
  • Metode penelitian Kualitatif
  • Metode Penelitian Kuantitatif.
  • Kesenjangan dan Eksklusi Sosial
  • Sosiologi Lingkungan
  • Sosiologi Organisasi
  • Sosiologi Indonesia
  • Hubungan Antar Etnik
  • Demografi Sosial
  • Sosiologi Perdesaan
  • Perubahan Sosial
  • Sosiologi Industri & Ketenagakerjaan
  • Sosiologi Keluarga
  • Sosiologi Pengetahuan
  • Sosiologi Pendidikan
  • Sosiologi Agama
  • Modal Sosial dan Civil Society
  • Gender dan Struktur Sosial
  • Dinamika Kelompok  Kecil
  • Sosiologi Kesehatan
  • Sosiologi Budaya
  • Identitas Lokal dan dinamika Global
  • Pengembangan Komunitas
  • Sosiologi Pembangunan
  • Sosiologi Perkotaan
  • Sosiologi Politik
  • Sosiologi Ekonomi
  • Sosiologi Korupsi
  • Dasar-dasar Perencanaan Sosial

Ilmu Kesejahteraan Sosial

Tujuan Pendidikan Program Magister:
Menyelenggarakan proses pengajaran yang bermutu dalam rangka mencetak lulusan yang menghasilkan karya riset bermutu dan mempunyai kepekaan sosial serta berdaya saing tinggi, baik secara akademis maupun moral, serta mampu menerapkan metode pemecahan masalah berdasarkan metode terkini

Tujuan Pendidikan Program Peminatan Pembangunan Sosial dan Otonomi Lokal :
Mengembangkan SDM tenaga akademik dan non akademik yang professional dalam rangka peningkatan mutu pelayanan terhadap stakeholders dengan metode pemecahan masalah di bidang Ilmu Kesejahteraan Sosial/ Pembangunan Sosial, dengan mengintegrasikan perkembangan global dan kepekaan lokal

Tujuan Pendidikan Program Peminatan Perencanaan dan Evaluasi Pembangunan:
Meningkatkan kemampuan mereka yang berminat dan bekerja pada bidang perencanaan dan pelaksana program pembangunan dan program kemanusiaan (humanitarian). Diharapkan dengan memiliki kemampuan membuat perencanaan dan evaluasi program yang akuntabel dan peka pada kebutuhan masyarakat, maka program yang dikembangkan akan efektif dan berhasil mengembangkan kelompok masyarakat sasaran.

Tujuan Pendidikan Program Peminatan Pengembangan Masyarakat, Kemiskinan dan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan:
Menelaah dan menangani kemiskinan secara komprehensif, dari perspektif global, nasional dan lokal; serta melibatkan partisipasi masyarakat dan kepekaan sosial korporasi (bisnis) dan Pemerintah. Dalam konteks ini, potensi lokal dan sumber daya masyarakat dikembangkan secara maksimal, termasuk etos kerja dan mentalitas kewiraswastaan (entrepreneurship)

Ilmu Hubungan Internasional

Berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia tentang Pedoman Penyusunan Kurikulum Pendidikan Tinggi dan Penilaian Hasil Belajar Mahasiswa, maka sasaran dari Program Pascasarjana Ilmu Hubungan Internasional adalah :
1. Menghasilkan lulusan yang mampu mengembangkan dan memutakhirkan ilmu hubungan internasional dengan cara menguasai dan memahami pendekatan, metode, kaidah ilmu disertai ketrampilan penerapannya, terutama untuk kajian ekonomi politik internasional dan keamanan internasional
2. Menghasilkan lulusan yang memiliki ketrampilan melakukan penelitian di bidang ilmu hubungan internasional guna memecahkan permasalahan-permasalahan global dengan merumuskan rekomendasi kebijakan bagi actor-aktor global
3. Menghasilkan lulusan yang mempunyai kemampuan mengembangkan kinerja profesional dibidang ilmu hubungan internasional secara praktis yang ditujukan dengan ketajaman analisis dalam pemecahan permasalahan

Ilmu Politik

1. Menghasilkan Magister Ilmu Politik yang mempunyai kopentensi tinggi dalam menjalankan tugas sebagai pengajar pada jenjang sarjana dan pascasarjana; dan mampu bersaing di dunia internasional
2. Menghasilkan tenaga peneliti yang lebih memahami teori dan metodologi ilmu sosial sehingga mereka sanggup menerapkan secara praktis dalam merencanakan, melaksanakan dan melaporkan hasil penelitiannya di badan-badan penelitian;
3. Menghasilkan lulusan yang lebih mampu menerapkan konsep dan teori dalam disiplin Ilmu Politik terhadap masalah aktual dalam pekerjaan mereka sebagai analis politik, staf ahli, jurnalis, dan sebagainya;
4. Menghasilkan lulusan yang lebih peka terhadap kompleksitas masalah politik yang dihadapi bangsa dan negara Indonesia dalam proses demokratisasi, serta dapat menyumbangkan pemikiran untuk pemecahan kompleksitas masalah tersebut.

Kriminologi

Tujuan dan sasaran penyelenggaraan Program Studi Magister Kriminologi FISIP UI adalah menyiapkan mahasiswa untuk menjadi warga masyarakat yang mempunyai ciri :
1. Berjiwa Pancasila dan memiliki integritas kepribadian yang tinggi
2. Mempunyai kemampuan mengembangkan dan memutakhirkan ilmu pengetahuan dan teknologi kriminologi dengan cara menguasai dan memahami pendekatan, metode, kaidah ilmiah disertai ketrampilan penerapannya.
3. mempunyai kemampuan memecahkan permasalahan kriminalitas di tingkat nasional maupun internasional melalui kegiatan penelitian dan pengembangan berdasarkan kaidah ilmiah
4. mempunyai kemampuan mengembangkan kinerja profesionalnya yang ditunjukkan dengan ketajaman analisis permasalahan, keserbacakupan tinjauan, kepaduan pemecahan masalah atau profesi yang serupa.

Antropologi

Program Studi Pascasarjana Antropologi yang dirintis oleh almarhum Prof. Dr. Koentjaraningrat dan almarhum Prof. Dr. Harsja W. bachtiar, secara resmi dibuka di Fakultas Sastra Universitas Indonesia pada Tahun 1981/82 berdasarkan Surat Keputusan Direktur Jenderal Perguruan Tinggi No. 048/DJ/Kep/1982,yang kemudian disahkan kembali dengan SK Direktur Jenderal Perguruan Tinggi Departemen Pendidikan dan Kebudayaan RI No.577/DIKTI/Kep/1993. Pada awalnya, PSPA secara disiplin keilmuan berada di bawah Bidang Ilmu-ilmu Sastra; kemudian pada tahun 1983 beralih ke Bidang Multidisiplin; dan sejak tahun 1990 menjadi bagian dari Bidang Ilmu-ilmu Sosial. Secara Administratif akademik, dari awal pembukaannya sampai dengan awal tahun 1999, PSPA berada di bawah koordinasi Program Pascasarjana Universitas Indonesia. Sejak Pebruari 1999, PSPA dialihkan keberadaannya dibawah koordinasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia (FISIP-UI).

Program Studi Pascasarjana Antropologi:
1. Menyelenggarakan kurikulum perkuliahan yang relevan dengan dan sanggup terhadap permasalahan budaya, sosial, ekonomi, politik dan ekologis yang berkembang di tingkat lokal, nasional dan global, sehingga mahasiswa Program Studi Pascasarjana Antropologi dapat menjadi lulusan yang peka dan tanggap terhadap pelbagai masalah dan dinamika masyarakat.
2. Memantapkan proses pengajaran yang terintegrasi dengan penelitian dan publikasi, sehingga mahasiswa Program Studi Pascasarjana Antropologi dapat menjadi lulusan yang mampu dan trampil dalam bidang pengajaran dan penelitian sekaligus.
3. Memfasilitasi penyelenggaraan kajian dan penelitian bersama mahasiswa dan staf pengajar dalam rangka menghasilkan publikasi ilmiah, sehingga mahasiswa Program Studi Pascasarjana Antropologi dapat menjadi lulusan yang memiliki kapasitas menghasilkan karya ilmiah secara produktif.
4. Membangun, mengembangkan dan memantapkan kerjasama dengan perbagai institusi dalam lingkup nasional maupun internasional dalam bidang pengajaran, penelitian dan publikasi, dalam rangka mendukung lingkungan pembelajaran yang kondusif bagi mahasiswa sehingga menjadi lulusan yang terbuka dan berkemampuan untuk bekerjasama.

Ilmu Komunikasi

Program Pascasarjana Departemen Ilmu Komunikasi, Universitas Indonesia berusaha untuk menjadi sebuah institusi akademik yang unggul dan tanggap terhadap perubahan di bidang komunikasi pada tataran internasional maupun nasional. Sebagai sebuah lembaga pendidikan komunikasi yang tertua di bidang komunikasi, program pascasarjana ilmu komunikasi akan terus mempertahankan reputasinya sebagai sebuah lembaga pendidikan di bidang pengajaran dan penelitian dengan mengembangkan pendekatan multi-disiplin pada tingkat master dan dotoral. Menjadi yang terkemuka dalam pengajaran dan penelitian di bidang ilmu komunikasi merupakan ciri program dan melahirkan lulusan yang memiliki kompetensi sebagai akademisi maupun praktisi yang siap untuk menjadi pemimpin yang inspiratif dan mampu untuk melestarikan tradisi budaya kita.

Secara resmi Program Studi Ilmu Komunikasi Program Pascasarjana Universitas Indonesia berdiri pada tahun 1982, berdasarkan: Kepres No. 44 Tahun 1982. Pada masa perkembangannya kejelasan status pendirian Program ini diatur kembali dengan terbitnya Surat Keputusan Dirjen Dikti Nomor 577/Dikti/Kep/1993, tertanggal 25 September 1993. Saat ini, Program Pascasarjana Ilmu Komunikasi menyelenggarakan dua jenjang pendidikan yaitu Magister (S2) dan Doktor (S3). Jenjang pendidikan S2, diselenggarakan sebagai upaya untuk mengembangkan keahlian bagi para sarjana yang berprofesi sebagai dosen maupun praktisi di bidang komunikasi. Umumnya, pendidikan jenjang S2 di ikuti oleh dosen atau staf pengajar dari berbagai perguruan tinggi di seluruh Indonesia. Namun program magister Ilmu Komunikasi juga terbuka bagi mereka yang menekuni profesi seperti Media Massa, Periklanan, Public Relations, Komunikasi Politik.

Program Studi Ilmu Komunikasi Program Pascasarajana FISIP UI terdiri dari:
1. Magister (S2) Ilmu Komunikasi (kelas reguler)
2. Magister (S2) Ilmu Komunikasi (kelas malam) yang terdiri dari 4 peminatan:

  • Manajemen Komunikasi Promosi Pemasaran
  • Manajemen Komunikasi Korporasi
  • Manajemen Media
  • Manajemen Komunikasi Politik

Ilmu Administrasi

Program Pascasarjana Ilmu Administrasi dibentuk dan mulai menjalankan kegiatannya pada bulan September tahun 1997 dengan nama Program Studi Ilmu Administrasi dan masih di dalam naungan Pasca Sarjana Universitas Indonesia. Selanjutnya setelah melalui serangkaian proses yang berkesinambungan menjadi Program Pascasarjana Departemen Ilmu Administrasi FISIP-UI dengan Nilai Akreditasi A sesuai SK Akreditasi BAN-PT No. 019/BAN-PT/Ak-V/S2/IX/2007

Program Pascasarjana Ilmu Administrasi FISIP UI memiliki 5 peminatan, yaitu:
1. Administrasi dan Kebijakan Publik
2. Administrasi dan Kebijakan Bisnis
3. Administrasi dan Kebijakan Perpajakan
4. Administrasi dan Kebijakan Pendidikan
5. Administrasi Pengembangan Sumber Daya Manusia
6. Manajemen Sektor Publik dan Governance Studies

Terorisme dalam Keamanan Internasional

K ajian ilmiah yang dilakukan secara berkesinambungan di bidang terorisme telah menjadi kebutuhan bagi pengambil kebijakan, akademisi, maupun masyarakat secara umum, di banyak negara di dunia. Telah menjadi masalah waktu bagi Indonesia untuk berkontribusi kepada perkembangan studi terorisme melalui pengalaman kesuksesannya mengungkap dan menghentikan kerja jaringan terorisme regional.

Program Studi Terorisme dalam Keamanan Internasional  (PSTKI) adalah upaya pionir dari insan-insan akademik yang tergabung di Universitas Indonesia yang tergerak untuk menyelenggarakan program studi yang mampu membahas terorisme sebagai ancaman keamanan lintas batas terhadap entitas negara-bangsa. Kami meyakini bahwa Indonesia tidak sendiri dalam menghadapi ancaman terorisme dan organisasi terorisme tidak akan mencapai ancaman yang ada saat ini tanpa jaringan transnasional. Dengan keyakinan ini kami di Departemen Ilmu Hubungan Internasional menawarkan sebuah kesempatan belajar bagi mereka yang tertarik mempelajari sejarah kemunculan jaringan terorisme internasional di Asia Tenggara dan region-region lain, mulai dari kemunculannya dari masalah-masalah domestik, interaksinya dengan jaringan di luar perbatasan negara, hingga respon negara secara individual maupun dengan kerja sama dengan negara-negara lain.

Departemen Ilmu Hubungan Internasional, dengan pengalaman lebih dari dua puluh tahun mengasuh aktivitas pengajaran dan penelitian ilmu hubungan internasional di Indonesia untuk sarjana maupun pascasarjana, menginisiasikan pendirian PSTKI sebagai sebuah program magister yang berhasrat untuk menjadi sumber terpercaya untuk penjelasan akademik tentang fenomena terorisme internasional di Asia Tenggara dan dunia.

PSTKI akan menawarkan proses pendalaman studi dan analisis bagi peserta didik baik yang berlatar belakang akademisi maupun praktisi professional di bidang keamanan nasional pada masalah-masalah terorisme internasional sebagai bagian penting dari perkembangan studi keamanan baik di tingkat nasional dan internasional khususnya di kawasan Asia Pasifik.

Para peserta PSTKI tidak hanya berasal dari Indonesia tetapi juga akan diikuti dengan peserta asing yang berasal dari kawasan Asia Pasifik khususnya Negara-negara Asia Tenggara, Asia Timur, Asia Selatan dan Australia. Oleh karena itu promosi pembukaan Program Studi Terorisme dan Keamanan Internasional akan dilakukan sampai tingkat regional.

PSTKI akan diasuh oleh tenaga pengajar Univesitas Indonesia dengan kualifikasi keilmuan tentang keamanan internasional pada umumnya dan studi tentang terorisme pada khususnya. Namun mengingat sifat nya yang multidisipliner, tidak dapat dihindari bahwa PSTKI nantinya juga diperkuat para pengajar berlatar belakang disiplin ilmu lain, seperti Sosiologi, Kriminologi, dan Psikologi. Di samping itu PSTKI juga akan dibantu tenaga pengajar dari kalangan praktisi yang memiliki pengalaman dalam operasi kontra-terorisme maupun telah melaksanakan penerapan kebijakan anti-terorisme. Program Studi Terorisme dan Keamanan Internasional juga akan menghadirkan staf pengajar dari Universitas ternama di Inggris, Australia, Singapura dan Amerika Serikat khususnya para pakar strategi keamanan dan terorisme. Hal ini dikarenakan proses belajar mengajar akan diadakan dalam Bahasa Inggris.

Terorisme internasional akan terus memiliki relevansi untuk dikembangkan sebagai sebuah studi akademik karena sejarah panjang terorisme dalam menentukan kebijakan negara maupun kolektivitas negara dalam sistem internasional maupun proyeksi ancaman keamanan internasional 20 tahun mendatang yang menempatkan terorisme sebagai salah satu prioritas.

Dengan demikian instansi-instansi keamanan di Indonesia seperti Menkopolhukam, Departemen Pertahanan, Departemen Dalam negeri, Departemen Luar Negeri, Kepolisian Republik Indonesia, Tentara Nasional Indonesia, Badan Intelijen Nasional dan Dewan Ketahanan Nasional, dapat memanfaatkan program studi ini untuk mengirimkan staf-staf nya untuk mengembangkan strategi kontra terorisme yang relevan di Indonesia. Selain itu, keberhasilan Indonesia dalam mengimplementasikan strategi kontra-terorisme akan menarik minat mahasiswa-mahasiswa dari negara lain untuk mempelajari kebijakan dan strategi kontra-terorisme Indonesia.

Visi Program Studi:

Menjadikan Program Studi Terorisme dan Keamanan Internasional sebagai program unggulan yang akan menjadi acuan bagi instansi-instansi keamanan nasional di Indonesia dan negara-negara lain untuk memahami akar masalah terorisme dan mencari alternatif-alternatif strategi kontra-terorisme.

Misi Program Studi :

Menjadikan Program Studi Terorisme dan Keamanan Internasional sebagai tempat untuk mengembangkan kajian tentang terorisme dan juga alternatif strategi kontra-terorisme secara komprehensif.

Menjadikan Program Studi Terorisme dan Keamanan Internasional sebagai institusi yang mampu melahirkan para analisis kebijakan dengan kompetensi mengkaji secara lebih mendalam dan komprehensif fenomena terorisme di Indonesia maupun jaringannya di luar negeri serta mampu memberikan solusi alternatif maupun merumuskan kebijakan untuk mengantisipasi kegiatan terorisme di Indonesia

Menjadikan Program Studi Terorisme dan Keamanan Internasional sebagai institusi yang mampu meningkatkan kemampuan para praktisi yang berhubungan langsung dengan operasionalisasi kegiatan kontra dan anti-terorisme

Sasaran Program Studi :

Menghasilkan kelompok epistemik yang mampu memberikan solusi alternatif dalam upaya mengantisipasi perkembangan terorisme di Indonesia pada khususnya dan di kawasan Asia Pasifik pada umumnya.

Memperkuat pendekatan kebijakan yang relevan dalam kontra terorisme yang dapat meningkatkan kemampuan untuk menganalisis keberhasilan dan kegagalan pelaksanaan kebijakan kontra-terorisme oleh institusi keamanan dan pertahanan maupun institusi pemerintah.

Meningkatkan kesadaran dan ketahanan masyarakat dalam menghadapi gerakan radikalisme yang dapat mengarah kepada peningkatan aktivitas terorisme.

Mengembangkan studi tentang keamanan non-tradisional terutama dalam memperkuat respon pemerintah dalam mengantisipasi tantangan maupun ancaman yang dihadirkan melalui kegiatan keamanan non-tradisional.

Mengembangkan studi yang komprehensif tentang terorisme sebagai bagian dari keamanan internasional.

Tujuan Pendidikan Program Studi

Melahirkan lulusan yang memiliki pemahaman dan kemampuan analisis yang komprehensif tentang perkemabangan konsep terorisme, pilihan-pilihan strategi kontra-terorisme, serta studi perbandingan kasus-kasus kontra-terorisme.

Melahirkan lulusan yang memiliki kompetensi dalam menganalisis berbagai fenomena terorisme sebagai bagian penting dari studi keamanan dan memiliki kemampuan untuk merumuskan dan menerapkan kebijakan kontra-terorisme dan anti terorisme sebagai bagian penting dari kajian keamanan internasional pada abad ke 21.

Melahirkan lulusan yang memiliki kemampuan untuk menganalisis sejumlah kebijakan kontra-terorisme yang telah ada serta memberikan pemikiran kritis terhadap isi kebijakan tersebut sebagai bagian penting dari kajian keamanan internasional pada abad ke 21.

Melahirkan lulusan yang memiliki kemampuan untuk menganalisis pelaksanaan dari kegiatan kontra-terorisme dan memberikan pemikiran kritis terhadap proses dan hasil pelaksanaan kegiatan kontra-terorisme  tersebut sebagai bagian penting dari proses pemahaman dan antisipasi terhadap isu-isu keamanan non-tradisional yang berkembang pada abad ke 21.

Melahirkan lulusan yang memiliki kompetensi untuk merumuskan berbagai pendekatan anti-terorisme yang lebih melandaskan diri pada pendekatan kultural, ekonomi dan social sebagai bagian penting dari perumusan strategi keamanan nasional dan internasional pada abad ke 21 ini.

Karakteristik Program Studi

Program Studi Terorisme dan Keamanan Internasional merupakan satu-satunya program studi tingkat magister di Indonesia yang menawarkan kerangka analisis untuk memahami perkembangan konsep tentang terorisme, pilihan-pilihan kebijakan kontra-terorisme dan studi perbandingan kasus-kasus terorisme.

Sehingga apa yang akan dipelajari dalam Program Studi Kajian  Terorisme dan Keamanan Internasional untuk Tingkat Magister  akan terbagi dalam tiga bagian yaitu Kerangka Konseptual, Pemahaman terhadap kebijakan/Policy dan Penjelasan mengenai Studi Kasus

A. Kerangka Konseptual

Analytical Framework on Terrorism and Counter Terrorism

Mata Kuliah ini akan memberikan pemahaman yang mendasar bagi mahasiswa mengenai Definisi Terorisme dan Kontra-Terorisme termasuk di dalamnya konsep Anti-Terorisme. Kemudian juga akan menjelaskan perkembangan pemikiran mengenai Terorisme dan Kontra-Terorisme sampai pada pendekatan atau konsep baru mengenai terorisme pada abad ke 21 yang mengarah pada perluasan jaringan terorisme.

Forces of Globalization and Terrorism

Mata Kuliah ini akan membahas pengaruh era globalisasi terhadap perkembangan gerakan terorisme. Bagaimana globalisasi berpengaruh pada kemudahan pergerakan manusia, barang maupun arus informasi sehingga menciptakan dunia yang lebih terbuka dan mereduksi batas-batas negara. Kondisi yang sedemikian rupa turut mempengaruhi perubahan gerakan terorisme pada abad ke 21 yang cenderung mengglobal dan membentuk jaringan terorisme internasional. Globalisasi juga mempengaruhi ancaman yang dihadirkan oleh gerakan teroris yang juga cenderung mengglobal dan saling terkait satu dengan yang lain. Karakter tersebut juga mempengaruhi pengembangan langkah-langkah kontra-terorisme yang membutuhkan penguatan kerjasama internasional

Research Methods on Terrorism

Mata Kuliah Ini membahas mengenai metode penelitian bagi mahasiswa untuk dapat menulis thesis tentang studi terorisme maupun kontra-terorisme.

B. Kebijakan/ Policy

Organization and Tactics on Terrorists

Materi dalam Mata Kuliah ini akan menjelaskan secara detail mengenai struktur organisasi dan juga taktik yang dikembangkan oleh kelompok Teroris. Termasuk di dalamnya penjelasan bagaimana kelompok atau organisasi teroris membangun struktur dan memperluas jaringan, kemudian mengembangkan metode bom bunuh diri serta memanfaatkan teknologi komunikasi untuk mencapai tujuan.

Tujuan dari mata kuliah ini adalah agar mahasiswa dapat memahami pentingnya proses pembelajaran dalam organisasi terorisme untuk mencapai perubahan yang diinginkan, seperti pengadaptasian taktik atau senjata baru, meningkatkan keterampilan bersenjata, mengumpulkan dan menggunakan informasi, dan menjaga kesinambungan pembelajaran organisasi untuk pengkaderan.

Counter-Terrorism Measures

Mata kuliah ini membahas terorisme internasional dan respon negara sebagai tantangan terbesar untuk konsep hak asasi manusia. Maka mata kuliah ini akan mengeksplorasi dilema-dilema fundamental yang dihadapi sebuah negara demokrasi ketika mengadopsi kebijakan-kebijakan kontra-terorisme. Masalah-masalah yang didiskusikan mahasiswa meliputi pendifinisian terorisme dalam kebijakan publik; perancangan rezim hukum untuk kontra-terorisme baik pada level internasional, regional, maupun nasional; indikator derogasi hak-hak asasi yang ada dalam hukum internasional; terorisme sebagai perang atau kriminalitas; teori-teori hukum hak asasi manusia dan aspek-aspek sistem hak asasi manusia yang diterapkan PBB, termasuk seleksi hak-hak yang dilindungi oleh dua kovenan internasional untuk hak asasi manusia; perancangan kebijakan kontra-terorisme; penerapan detensi, rendisi, interogasi, dan penindakan (targeted killing) untuk pelaku aktivitas terorisme; menjaga hak berpendapat dan berorganisasi dalam penerapan kebijakan kontra-terorisme; hak-hak orang-orang bukan warga negara dalam upaya kontra-terorisme.

Pada akhir perkuliahan mahasiswa diharapkan dapat menentukan pada konteks konflik apa kebijakan kontra-terorisme tertentu yang dilakukan negara bisa menjadi efektif.

Media and Terrorism

Media publik sebagai teater bagi teroris untuk menarik perhatian, mengkomunikasikan pesan, atau menebar ketakutan. Di lain pihak, adagium yang berlaku dalam perang asimetrik adalah negara tidak mengalahkan lawan dengan membunuhnya, tetapi dengan menunjukkan efektivitas kekuasaannya, sehingga media juga instrumen yang krusial dalam kebijakan penanggulangan terorisme. Topik-topik yang akan dibahas antara lain terorisme dan transformasi dalam pelaporan berita; terorisme, media, dan opini publik; pengaruh pemberitaan terorisme bagi pengambilan keputusan oleh pemerintah;  kekerasan sebagai bentuk komunikasi; teroris dan penggunaan internet yang meningkat; penggunaan video, televisi dan proses duplikasi.

Pada akhir perkuliahan mahasiswa diharapkan dapat menjelaskan bagaimana representasi terorisme di media-media publi, melalui pemberitaan peristiwa-peristiwa di sekitar fenomena terorisme membentuk konteks berpikir yang bisa diterima masyarakat, dan mempengaruhi kebijakan kontra terorisme pemerintah.

Terrorism and National Security Policy

Mata kuliah ini membahas kebijakan keamanan nasional untuk merespon terorisme sebagai ancaman keamanan nasional dan internasional. Bahasan akan mencakup anti-terrorism policy yang berusaha untuk mencegah terjadinya tindak terrorisme misalnya dengan penguatan kapasitas institusi dan instrument keamanan negara, menciptakan sistem politik, ekonomi, hukum, dan sosial yang dapat mencegah atau mempersempit peluang terjadinya aksi terorisme. Aspek kedua yang dibahas dalam kuliah ini adalah kontra terorisme dengan penekanan pada upaya negara merespon tindak terorisme yang telah terjadi melalui law enforcement maupun tindakan-tindakan berupa operasi keamanan dalam melawan terorisme.

Intelligence Gathering and Analysis

Mata Kuliah ini bertujuan memberikan pemahaman kepada mahasiswa akan pentingnya peran intelijen baik dalam proses pengumpulan data maupun analisis data dalam mengantisipasi gerakan terorisme dan juga sebagai sumber untuk menetapkan kebijakan dalam melaksanakan operasi kontra-terorisme

Roots of Terrorism

Kuliah ini menganalisa beberapa faktor yang melahirkan terorisme. Terorisme bisa lahir karena motivasi kepentingan politik untuk memperoleh kekuasaan. Terorisme juga dapat dilahirkan oleh suatu ideologi ekstrim baik sekuler maupun agama. Terakhir terorisme sering juga merupakan gerakan dengan kekerasan untuk mengubah situasi sosial politik yang disebabkan oleh marginalisasi suatu kelompok. Dalam konteks yang lebih luas pada tingkat global, kuliah ini juga akan membahas terorisme sebagai bentuk perlawanan terhadap tatanan global.

Pada akhir kuliah, mahasiswa diharapkan dapat menganalisa terorisme baik sebagai alat, tujuan, maupun reaksi terhadap perkembangan social, ekonomi, dan politik baik pada tingkat nasional maupun internasional.

c. Studi Kasus

Terrorism in Indonesia

Mata ajaran ini membahas pola terorisme di Indonesia sejak 1945-2009. Dalam sejarah Indonesia, aksi terorisme terkait erat dengan dinamika ancaman keamanan nasional. Dominasi ancaman yang bersifat internal dan sarat dengan politisasi ideologi memunculkan suatu karakter aksi teror di Indonesia.

Dalam mata ajaran ini, mahasiswa diharapkan mampu menelaah pola aksi teror di Indonesia. Pemahaman tentang pola ini diharapkan dapat digunakan mahasiswa menemukan kekerasan dan kesenjangan struktural yang memicu munculnya aksi teror di Indonesia.

Indonesian Counter Terrorism Strategy

Mata ajaran ini membahas strategi kontra teror Indonesia dari 1945-2009. Pembahasan strategi ini akan diarahkan untuk menemukan tiga komponen utama strategi kontra teror Indonesia, yang meliputi: (1) doktrin kontra teror Indonesia; (2) unit-unit kontra teror Indonesia; dan (3) operasi-operasi kontra teror Indonesia. Ketiga komponen tersebut akan dikaitkan dengan tiga faktor utama yang mempengaruhi pergeseran strategi kontra teror, yaitu: (1) dinamika ancaman Indonesia, (2) rejim politik Indonesia, serta (3) pengaturan keamanan nasional. Di akhir perkuliahan, mahasiswa diharapkan dapat memahami karakter khas strategi kontra teror Indonesia dan menggunakan pemahaman ini untuk merumuskan suatu rekomendasi strategi kontra teror Indonesia untuk abad 21.

Comparative Studies on Counter Terrorism Strategy

Mata ajaran ini merupakan kelas seminar yang menggunakan metode studi kasus untuk melakukan perbandingan implementasi strategi kontra teror yang dilakukan negara-negara di dunia. Studi kasus akan mengangkat negara-negara yang dilanda aksi terorsime seperti AS, Kolombia, Filipina, Jepang, Israel, Inggris, Spanyol, Maroko, dan Somalia.
Dalam kelas seminar ini, mahasiswa diharapkan mampu membandingkan beberapa strategi kontra teror untuk mendapatkan pembelajaran bagi Indonesia tentang implementasi tiga komponen utama strategi, yaitu:

  • Perumusan doktrin kontra teror;
  • Organisasi unit-unit kontra teror;
  • Pelaksanaan operasi-operasi kontra teror.

Thesis

Mata Kuliah ini merupakan tugas akhir mahasiswa untuk menyusun Thesis yang merupakan hasil penelitian mahasiswa baik terhadap fenomena terorisme sebagai ancaman keamanan non-tradisional maupun kebijakan kontra-terorisme yang dikembangkan Indonesia.

Kurikulum

Kurikulum Program Studi Terorisme dan Keamanan Internasional terdiri atas :

A. Kompetensi Utama akan dibangun melalui pemberian mata kuliah sebagai berikut :

Analytical Framework on Terrorism and Counter Terrorism3 sks
Forces of globalization and terrorism3 sks
Research Methods on Terrorism3 sks
Organization and Tactics of Terrorists3 sks
Terrorism and National Security Policy3 sks
Terrorism in Indonesia3 sks
Indonesia Counter Terrorism Strategy3 sks
Thesis6 sks

B. Kompetensi Pendukung akan dibangun melalui pemberikan mata kuliah berikut ini :

Counter-Terrorism Measures3 sks
Media and Terrorism3 sks
Intelligence Gathering and Analysis3 sks
Roots of Terrorism3 sks
Comparative Studies on counter Terrorism Strategy3 sks

Pembagian Mata Kuliah Per Semester

Semester 1

Analytical Framework on Terrorism and Counter Terrorism3 sks
Forces of globalization and Terrorism3 sks
Indonesia Counter Terrorism Strategy3 sks
Terrorism and National Security Policy3 sks

Semester 2

Organization and Tactics of Terrorists3 sks
Counter-Terrorism Measures3 sks
Media and Terrorism3 sks
Intelligence Gathering and Analysis3 sks

Semester 3

Terrorism in Indonesia3 sks
Indonesia Counter Terrorism Strategy3 sks
Comparative Studies on counter Terrorism Strategy3 sks
Thesis6 sks

Kualifikasi Kompetensi Lulusan yang diharapkan :

Mampu  menganalisis berbagai fenomena terorisme sebagai bagian penting dari studi keamanan dan memiliki kemampuan untuk merumuskan dan menerapkan kebijakan kontra-terorisme dan anti terorisme sebagai bagian penting dari pemahaman tentang perkembangan keamanan internasional pada abad ke 21.

Mampu menganalisis sejumlah kebijakan kontra-terorisme yang telah ada serta memberikan pemikiran kritis terhadap isi kebijakan tersebut sebagai bagian penting dari perumusan kebijakan dan strategi keamanan negara yang berhubungan dengan perkembangan keamanan internasional pada abad ke 21.

Mampu menganalisis pelaksanaan dari kegiatan kontra-terorisme dan memberikan pemikiran kritis terhadap proses dan hasil pelaksanaan kegiatan kontra-terorisme  tersebut.

Mampu merumuskan berbagai pendekatan anti-terorisme yang lebih melandaskan diri pada pendekatan kultural, ekonomi dan sosial.

Mampu mengidentifikasi dan menginvestigasi sejumlah kasus terorisme dan perkembangan radikalisme di Indonesia serta di wilayah lain dimana ekdua fenomena tersebut saling berkaitan dan membentuk semacam jaringan internasional.

Karir yang Relevan :

Setelah menyelesaikan studi pada Program Pascasarjana Kajian Terorisme, karir yang dapat dikembangkan oleh para lulusan adalah analisis kebijakan dan pelaksana kebijakan pada institusi pemerintah maupun swasta, organisasi internasional, institusi militer dan kepolisian, organisasi non-pemerintah, media maupun sebagai peneliti dan akademisi.