Magister Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Magister Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Sosiologi

P rogram magister Pascasarjana Sosiologi dirancang untuk menghasilkan lulusan yang mandiri dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritis, terampil dalam berkomunikasi dan memiliki kepedulian sosial yang tinggi; menghasilkan lulusandengan perspektif sosiologis yang komprehensif dengan kemampuan metodologi penelitian yang unggul. Untuk yang lebih aplikatif, program Pascasarjana Sosiologi menawarkan lulusan yang mampu merancang pembangunan sosial dan memecahkan masalah-masalah sosial; menghasilkan sosiolog yang mampu mengembangkan pemahaman, analisa dan teori tentang perkembangan masyarakat Indonesia khususnya dan hubungannya dengan masyarakat lain; menghasilkan lulusan sebagai spesialis perencana kebijakan sosial masyarakat Indonesia.

KURIKULUM

Program Magister Sosiologi memiliki beban studi 42 SKS, yang terdiri dari 27 SKS Mata Kuliah Wajib termasuk Reading Course (3 SKS) dan Tesis (6 SKS) ditambah dengan 15 SKS Mata Kuliah Pilihan yang harus ditempuh sekurang¬kurangnya 4 semester (2 tahun) dan maksimum 6 semester (3 tahun). Berdasarkan SK Mendikbud No. 036/UI/1993 tentang Gelar dan sebutan Lulusan Perguruan Tinggi, tertanggal 9 Pebruari 1993, gelar akademik yang akan disandang adalah Magister Sains (M.Si).

  • Teori Sosiologi I
  • Statistik Sosial
  • Reading Course
  • Penulisan Tesis
  • Teari Sosiologi II
  • Metode penelitian Kualitatif
  • Metode Penelitian Kuantitatif.
  • Kesenjangan dan Eksklusi Sosial
  • Sosiologi Lingkungan
  • Sosiologi Organisasi
  • Sosiologi Indonesia
  • Hubungan Antar Etnik
  • Demografi Sosial
  • Sosiologi Perdesaan
  • Perubahan Sosial
  • Sosiologi Industri & Ketenagakerjaan
  • Sosiologi Keluarga
  • Sosiologi Pengetahuan
  • Sosiologi Pendidikan
  • Sosiologi Agama
  • Modal Sosial dan Civil Society
  • Gender dan Struktur Sosial
  • Dinamika Kelompok  Kecil
  • Sosiologi Kesehatan
  • Sosiologi Budaya
  • Identitas Lokal dan dinamika Global
  • Pengembangan Komunitas
  • Sosiologi Pembangunan
  • Sosiologi Perkotaan
  • Sosiologi Politik
  • Sosiologi Ekonomi
  • Sosiologi Korupsi
  • Dasar-dasar Perencanaan Sosial

Manajemen Pembangunan Sosial

P rogram MMPS bersifat terbuka bagi para profesional dengan latar belakang pendidikan sarjana (S1) dari berbagai disiplin ilmu. Program ini mengutamakan mereka yang telah memiliki latar belakang keahlian dan pengalaman kerja di berbagai lembaga pemerintahan, dunia usaha, lembaga swadaya masyarakat, maupun dari lingkungan akademik.

  • Sosiologi untuk Pembangunan Sosial
  • Sosiologi Indonesia
  • Kebijakan Sosial
  • Ekslusi Sosial dan Perubahan Sosial
  • Perencanaan Operasional
  • Pembangunan Sosial
  • Pemodelan Sosial
  • Manajemen Konflik dan Pembangunan Perdamaian
  • Metode Penelitian Sosial Kualitatif
  • Metode Penelitian Sosial Kuantitatif
  • Manajemen Pengembangan Komunitas yang Berkelanjutan
  • Manajemen strategi
  • Pembangunan Sosial
  • Reading Course
  • Tesis/Project Paper (perencanaan sosial)

Terorisme dalam Keamanan Internasional

K ajian ilmiah yang dilakukan secara berkesinambungan di bidang terorisme telah menjadi kebutuhan bagi pengambil kebijakan, akademisi, maupun masyarakat secara umum, di banyak negara di dunia. Telah menjadi masalah waktu bagi Indonesia untuk berkontribusi kepada perkembangan studi terorisme melalui pengalaman kesuksesannya mengungkap dan menghentikan kerja jaringan terorisme regional.

Program Studi Terorisme dalam Keamanan Internasional  (PSTKI) adalah upaya pionir dari insan-insan akademik yang tergabung di Universitas Indonesia yang tergerak untuk menyelenggarakan program studi yang mampu membahas terorisme sebagai ancaman keamanan lintas batas terhadap entitas negara-bangsa. Kami meyakini bahwa Indonesia tidak sendiri dalam menghadapi ancaman terorisme dan organisasi terorisme tidak akan mencapai ancaman yang ada saat ini tanpa jaringan transnasional. Dengan keyakinan ini kami di Departemen Ilmu Hubungan Internasional menawarkan sebuah kesempatan belajar bagi mereka yang tertarik mempelajari sejarah kemunculan jaringan terorisme internasional di Asia Tenggara dan region-region lain, mulai dari kemunculannya dari masalah-masalah domestik, interaksinya dengan jaringan di luar perbatasan negara, hingga respon negara secara individual maupun dengan kerja sama dengan negara-negara lain.

Departemen Ilmu Hubungan Internasional, dengan pengalaman lebih dari dua puluh tahun mengasuh aktivitas pengajaran dan penelitian ilmu hubungan internasional di Indonesia untuk sarjana maupun pascasarjana, menginisiasikan pendirian PSTKI sebagai sebuah program magister yang berhasrat untuk menjadi sumber terpercaya untuk penjelasan akademik tentang fenomena terorisme internasional di Asia Tenggara dan dunia.

PSTKI akan menawarkan proses pendalaman studi dan analisis bagi peserta didik baik yang berlatar belakang akademisi maupun praktisi professional di bidang keamanan nasional pada masalah-masalah terorisme internasional sebagai bagian penting dari perkembangan studi keamanan baik di tingkat nasional dan internasional khususnya di kawasan Asia Pasifik.

Para peserta PSTKI tidak hanya berasal dari Indonesia tetapi juga akan diikuti dengan peserta asing yang berasal dari kawasan Asia Pasifik khususnya Negara-negara Asia Tenggara, Asia Timur, Asia Selatan dan Australia. Oleh karena itu promosi pembukaan Program Studi Terorisme dan Keamanan Internasional akan dilakukan sampai tingkat regional.

PSTKI akan diasuh oleh tenaga pengajar Univesitas Indonesia dengan kualifikasi keilmuan tentang keamanan internasional pada umumnya dan studi tentang terorisme pada khususnya. Namun mengingat sifat nya yang multidisipliner, tidak dapat dihindari bahwa PSTKI nantinya juga diperkuat para pengajar berlatar belakang disiplin ilmu lain, seperti Sosiologi, Kriminologi, dan Psikologi. Di samping itu PSTKI juga akan dibantu tenaga pengajar dari kalangan praktisi yang memiliki pengalaman dalam operasi kontra-terorisme maupun telah melaksanakan penerapan kebijakan anti-terorisme. Program Studi Terorisme dan Keamanan Internasional juga akan menghadirkan staf pengajar dari Universitas ternama di Inggris, Australia, Singapura dan Amerika Serikat khususnya para pakar strategi keamanan dan terorisme. Hal ini dikarenakan proses belajar mengajar akan diadakan dalam Bahasa Inggris.

Terorisme internasional akan terus memiliki relevansi untuk dikembangkan sebagai sebuah studi akademik karena sejarah panjang terorisme dalam menentukan kebijakan negara maupun kolektivitas negara dalam sistem internasional maupun proyeksi ancaman keamanan internasional 20 tahun mendatang yang menempatkan terorisme sebagai salah satu prioritas.

Dengan demikian instansi-instansi keamanan di Indonesia seperti Menkopolhukam, Departemen Pertahanan, Departemen Dalam negeri, Departemen Luar Negeri, Kepolisian Republik Indonesia, Tentara Nasional Indonesia, Badan Intelijen Nasional dan Dewan Ketahanan Nasional, dapat memanfaatkan program studi ini untuk mengirimkan staf-staf nya untuk mengembangkan strategi kontra terorisme yang relevan di Indonesia. Selain itu, keberhasilan Indonesia dalam mengimplementasikan strategi kontra-terorisme akan menarik minat mahasiswa-mahasiswa dari negara lain untuk mempelajari kebijakan dan strategi kontra-terorisme Indonesia.

Visi Program Studi:

Menjadikan Program Studi Terorisme dan Keamanan Internasional sebagai program unggulan yang akan menjadi acuan bagi instansi-instansi keamanan nasional di Indonesia dan negara-negara lain untuk memahami akar masalah terorisme dan mencari alternatif-alternatif strategi kontra-terorisme.

Misi Program Studi :

Menjadikan Program Studi Terorisme dan Keamanan Internasional sebagai tempat untuk mengembangkan kajian tentang terorisme dan juga alternatif strategi kontra-terorisme secara komprehensif.

Menjadikan Program Studi Terorisme dan Keamanan Internasional sebagai institusi yang mampu melahirkan para analisis kebijakan dengan kompetensi mengkaji secara lebih mendalam dan komprehensif fenomena terorisme di Indonesia maupun jaringannya di luar negeri serta mampu memberikan solusi alternatif maupun merumuskan kebijakan untuk mengantisipasi kegiatan terorisme di Indonesia

Menjadikan Program Studi Terorisme dan Keamanan Internasional sebagai institusi yang mampu meningkatkan kemampuan para praktisi yang berhubungan langsung dengan operasionalisasi kegiatan kontra dan anti-terorisme

Sasaran Program Studi :

Menghasilkan kelompok epistemik yang mampu memberikan solusi alternatif dalam upaya mengantisipasi perkembangan terorisme di Indonesia pada khususnya dan di kawasan Asia Pasifik pada umumnya.

Memperkuat pendekatan kebijakan yang relevan dalam kontra terorisme yang dapat meningkatkan kemampuan untuk menganalisis keberhasilan dan kegagalan pelaksanaan kebijakan kontra-terorisme oleh institusi keamanan dan pertahanan maupun institusi pemerintah.

Meningkatkan kesadaran dan ketahanan masyarakat dalam menghadapi gerakan radikalisme yang dapat mengarah kepada peningkatan aktivitas terorisme.

Mengembangkan studi tentang keamanan non-tradisional terutama dalam memperkuat respon pemerintah dalam mengantisipasi tantangan maupun ancaman yang dihadirkan melalui kegiatan keamanan non-tradisional.

Mengembangkan studi yang komprehensif tentang terorisme sebagai bagian dari keamanan internasional.

Tujuan Pendidikan Program Studi

Melahirkan lulusan yang memiliki pemahaman dan kemampuan analisis yang komprehensif tentang perkemabangan konsep terorisme, pilihan-pilihan strategi kontra-terorisme, serta studi perbandingan kasus-kasus kontra-terorisme.

Melahirkan lulusan yang memiliki kompetensi dalam menganalisis berbagai fenomena terorisme sebagai bagian penting dari studi keamanan dan memiliki kemampuan untuk merumuskan dan menerapkan kebijakan kontra-terorisme dan anti terorisme sebagai bagian penting dari kajian keamanan internasional pada abad ke 21.

Melahirkan lulusan yang memiliki kemampuan untuk menganalisis sejumlah kebijakan kontra-terorisme yang telah ada serta memberikan pemikiran kritis terhadap isi kebijakan tersebut sebagai bagian penting dari kajian keamanan internasional pada abad ke 21.

Melahirkan lulusan yang memiliki kemampuan untuk menganalisis pelaksanaan dari kegiatan kontra-terorisme dan memberikan pemikiran kritis terhadap proses dan hasil pelaksanaan kegiatan kontra-terorisme  tersebut sebagai bagian penting dari proses pemahaman dan antisipasi terhadap isu-isu keamanan non-tradisional yang berkembang pada abad ke 21.

Melahirkan lulusan yang memiliki kompetensi untuk merumuskan berbagai pendekatan anti-terorisme yang lebih melandaskan diri pada pendekatan kultural, ekonomi dan social sebagai bagian penting dari perumusan strategi keamanan nasional dan internasional pada abad ke 21 ini.

Karakteristik Program Studi

Program Studi Terorisme dan Keamanan Internasional merupakan satu-satunya program studi tingkat magister di Indonesia yang menawarkan kerangka analisis untuk memahami perkembangan konsep tentang terorisme, pilihan-pilihan kebijakan kontra-terorisme dan studi perbandingan kasus-kasus terorisme.

Sehingga apa yang akan dipelajari dalam Program Studi Kajian  Terorisme dan Keamanan Internasional untuk Tingkat Magister  akan terbagi dalam tiga bagian yaitu Kerangka Konseptual, Pemahaman terhadap kebijakan/Policy dan Penjelasan mengenai Studi Kasus

A. Kerangka Konseptual

Analytical Framework on Terrorism and Counter Terrorism

Mata Kuliah ini akan memberikan pemahaman yang mendasar bagi mahasiswa mengenai Definisi Terorisme dan Kontra-Terorisme termasuk di dalamnya konsep Anti-Terorisme. Kemudian juga akan menjelaskan perkembangan pemikiran mengenai Terorisme dan Kontra-Terorisme sampai pada pendekatan atau konsep baru mengenai terorisme pada abad ke 21 yang mengarah pada perluasan jaringan terorisme.

Forces of Globalization and Terrorism

Mata Kuliah ini akan membahas pengaruh era globalisasi terhadap perkembangan gerakan terorisme. Bagaimana globalisasi berpengaruh pada kemudahan pergerakan manusia, barang maupun arus informasi sehingga menciptakan dunia yang lebih terbuka dan mereduksi batas-batas negara. Kondisi yang sedemikian rupa turut mempengaruhi perubahan gerakan terorisme pada abad ke 21 yang cenderung mengglobal dan membentuk jaringan terorisme internasional. Globalisasi juga mempengaruhi ancaman yang dihadirkan oleh gerakan teroris yang juga cenderung mengglobal dan saling terkait satu dengan yang lain. Karakter tersebut juga mempengaruhi pengembangan langkah-langkah kontra-terorisme yang membutuhkan penguatan kerjasama internasional

Research Methods on Terrorism

Mata Kuliah Ini membahas mengenai metode penelitian bagi mahasiswa untuk dapat menulis thesis tentang studi terorisme maupun kontra-terorisme.

B. Kebijakan/ Policy

Organization and Tactics on Terrorists

Materi dalam Mata Kuliah ini akan menjelaskan secara detail mengenai struktur organisasi dan juga taktik yang dikembangkan oleh kelompok Teroris. Termasuk di dalamnya penjelasan bagaimana kelompok atau organisasi teroris membangun struktur dan memperluas jaringan, kemudian mengembangkan metode bom bunuh diri serta memanfaatkan teknologi komunikasi untuk mencapai tujuan.

Tujuan dari mata kuliah ini adalah agar mahasiswa dapat memahami pentingnya proses pembelajaran dalam organisasi terorisme untuk mencapai perubahan yang diinginkan, seperti pengadaptasian taktik atau senjata baru, meningkatkan keterampilan bersenjata, mengumpulkan dan menggunakan informasi, dan menjaga kesinambungan pembelajaran organisasi untuk pengkaderan.

Counter-Terrorism Measures

Mata kuliah ini membahas terorisme internasional dan respon negara sebagai tantangan terbesar untuk konsep hak asasi manusia. Maka mata kuliah ini akan mengeksplorasi dilema-dilema fundamental yang dihadapi sebuah negara demokrasi ketika mengadopsi kebijakan-kebijakan kontra-terorisme. Masalah-masalah yang didiskusikan mahasiswa meliputi pendifinisian terorisme dalam kebijakan publik; perancangan rezim hukum untuk kontra-terorisme baik pada level internasional, regional, maupun nasional; indikator derogasi hak-hak asasi yang ada dalam hukum internasional; terorisme sebagai perang atau kriminalitas; teori-teori hukum hak asasi manusia dan aspek-aspek sistem hak asasi manusia yang diterapkan PBB, termasuk seleksi hak-hak yang dilindungi oleh dua kovenan internasional untuk hak asasi manusia; perancangan kebijakan kontra-terorisme; penerapan detensi, rendisi, interogasi, dan penindakan (targeted killing) untuk pelaku aktivitas terorisme; menjaga hak berpendapat dan berorganisasi dalam penerapan kebijakan kontra-terorisme; hak-hak orang-orang bukan warga negara dalam upaya kontra-terorisme.

Pada akhir perkuliahan mahasiswa diharapkan dapat menentukan pada konteks konflik apa kebijakan kontra-terorisme tertentu yang dilakukan negara bisa menjadi efektif.

Media and Terrorism

Media publik sebagai teater bagi teroris untuk menarik perhatian, mengkomunikasikan pesan, atau menebar ketakutan. Di lain pihak, adagium yang berlaku dalam perang asimetrik adalah negara tidak mengalahkan lawan dengan membunuhnya, tetapi dengan menunjukkan efektivitas kekuasaannya, sehingga media juga instrumen yang krusial dalam kebijakan penanggulangan terorisme. Topik-topik yang akan dibahas antara lain terorisme dan transformasi dalam pelaporan berita; terorisme, media, dan opini publik; pengaruh pemberitaan terorisme bagi pengambilan keputusan oleh pemerintah;  kekerasan sebagai bentuk komunikasi; teroris dan penggunaan internet yang meningkat; penggunaan video, televisi dan proses duplikasi.

Pada akhir perkuliahan mahasiswa diharapkan dapat menjelaskan bagaimana representasi terorisme di media-media publi, melalui pemberitaan peristiwa-peristiwa di sekitar fenomena terorisme membentuk konteks berpikir yang bisa diterima masyarakat, dan mempengaruhi kebijakan kontra terorisme pemerintah.

Terrorism and National Security Policy

Mata kuliah ini membahas kebijakan keamanan nasional untuk merespon terorisme sebagai ancaman keamanan nasional dan internasional. Bahasan akan mencakup anti-terrorism policy yang berusaha untuk mencegah terjadinya tindak terrorisme misalnya dengan penguatan kapasitas institusi dan instrument keamanan negara, menciptakan sistem politik, ekonomi, hukum, dan sosial yang dapat mencegah atau mempersempit peluang terjadinya aksi terorisme. Aspek kedua yang dibahas dalam kuliah ini adalah kontra terorisme dengan penekanan pada upaya negara merespon tindak terorisme yang telah terjadi melalui law enforcement maupun tindakan-tindakan berupa operasi keamanan dalam melawan terorisme.

Intelligence Gathering and Analysis

Mata Kuliah ini bertujuan memberikan pemahaman kepada mahasiswa akan pentingnya peran intelijen baik dalam proses pengumpulan data maupun analisis data dalam mengantisipasi gerakan terorisme dan juga sebagai sumber untuk menetapkan kebijakan dalam melaksanakan operasi kontra-terorisme

Roots of Terrorism

Kuliah ini menganalisa beberapa faktor yang melahirkan terorisme. Terorisme bisa lahir karena motivasi kepentingan politik untuk memperoleh kekuasaan. Terorisme juga dapat dilahirkan oleh suatu ideologi ekstrim baik sekuler maupun agama. Terakhir terorisme sering juga merupakan gerakan dengan kekerasan untuk mengubah situasi sosial politik yang disebabkan oleh marginalisasi suatu kelompok. Dalam konteks yang lebih luas pada tingkat global, kuliah ini juga akan membahas terorisme sebagai bentuk perlawanan terhadap tatanan global.

Pada akhir kuliah, mahasiswa diharapkan dapat menganalisa terorisme baik sebagai alat, tujuan, maupun reaksi terhadap perkembangan social, ekonomi, dan politik baik pada tingkat nasional maupun internasional.

c. Studi Kasus

Terrorism in Indonesia

Mata ajaran ini membahas pola terorisme di Indonesia sejak 1945-2009. Dalam sejarah Indonesia, aksi terorisme terkait erat dengan dinamika ancaman keamanan nasional. Dominasi ancaman yang bersifat internal dan sarat dengan politisasi ideologi memunculkan suatu karakter aksi teror di Indonesia.

Dalam mata ajaran ini, mahasiswa diharapkan mampu menelaah pola aksi teror di Indonesia. Pemahaman tentang pola ini diharapkan dapat digunakan mahasiswa menemukan kekerasan dan kesenjangan struktural yang memicu munculnya aksi teror di Indonesia.

Indonesian Counter Terrorism Strategy

Mata ajaran ini membahas strategi kontra teror Indonesia dari 1945-2009. Pembahasan strategi ini akan diarahkan untuk menemukan tiga komponen utama strategi kontra teror Indonesia, yang meliputi: (1) doktrin kontra teror Indonesia; (2) unit-unit kontra teror Indonesia; dan (3) operasi-operasi kontra teror Indonesia. Ketiga komponen tersebut akan dikaitkan dengan tiga faktor utama yang mempengaruhi pergeseran strategi kontra teror, yaitu: (1) dinamika ancaman Indonesia, (2) rejim politik Indonesia, serta (3) pengaturan keamanan nasional. Di akhir perkuliahan, mahasiswa diharapkan dapat memahami karakter khas strategi kontra teror Indonesia dan menggunakan pemahaman ini untuk merumuskan suatu rekomendasi strategi kontra teror Indonesia untuk abad 21.

Comparative Studies on Counter Terrorism Strategy

Mata ajaran ini merupakan kelas seminar yang menggunakan metode studi kasus untuk melakukan perbandingan implementasi strategi kontra teror yang dilakukan negara-negara di dunia. Studi kasus akan mengangkat negara-negara yang dilanda aksi terorsime seperti AS, Kolombia, Filipina, Jepang, Israel, Inggris, Spanyol, Maroko, dan Somalia.
Dalam kelas seminar ini, mahasiswa diharapkan mampu membandingkan beberapa strategi kontra teror untuk mendapatkan pembelajaran bagi Indonesia tentang implementasi tiga komponen utama strategi, yaitu:

  • Perumusan doktrin kontra teror;
  • Organisasi unit-unit kontra teror;
  • Pelaksanaan operasi-operasi kontra teror.

Thesis

Mata Kuliah ini merupakan tugas akhir mahasiswa untuk menyusun Thesis yang merupakan hasil penelitian mahasiswa baik terhadap fenomena terorisme sebagai ancaman keamanan non-tradisional maupun kebijakan kontra-terorisme yang dikembangkan Indonesia.

Kurikulum

Kurikulum Program Studi Terorisme dan Keamanan Internasional terdiri atas :

A. Kompetensi Utama akan dibangun melalui pemberian mata kuliah sebagai berikut :

Analytical Framework on Terrorism and Counter Terrorism3 sks
Forces of globalization and terrorism3 sks
Research Methods on Terrorism3 sks
Organization and Tactics of Terrorists3 sks
Terrorism and National Security Policy3 sks
Terrorism in Indonesia3 sks
Indonesia Counter Terrorism Strategy3 sks
Thesis6 sks

B. Kompetensi Pendukung akan dibangun melalui pemberikan mata kuliah berikut ini :

Counter-Terrorism Measures3 sks
Media and Terrorism3 sks
Intelligence Gathering and Analysis3 sks
Roots of Terrorism3 sks
Comparative Studies on counter Terrorism Strategy3 sks

Pembagian Mata Kuliah Per Semester

Semester 1

Analytical Framework on Terrorism and Counter Terrorism3 sks
Forces of globalization and Terrorism3 sks
Indonesia Counter Terrorism Strategy3 sks
Terrorism and National Security Policy3 sks

Semester 2

Organization and Tactics of Terrorists3 sks
Counter-Terrorism Measures3 sks
Media and Terrorism3 sks
Intelligence Gathering and Analysis3 sks

Semester 3

Terrorism in Indonesia3 sks
Indonesia Counter Terrorism Strategy3 sks
Comparative Studies on counter Terrorism Strategy3 sks
Thesis6 sks

Kualifikasi Kompetensi Lulusan yang diharapkan :

Mampu  menganalisis berbagai fenomena terorisme sebagai bagian penting dari studi keamanan dan memiliki kemampuan untuk merumuskan dan menerapkan kebijakan kontra-terorisme dan anti terorisme sebagai bagian penting dari pemahaman tentang perkembangan keamanan internasional pada abad ke 21.

Mampu menganalisis sejumlah kebijakan kontra-terorisme yang telah ada serta memberikan pemikiran kritis terhadap isi kebijakan tersebut sebagai bagian penting dari perumusan kebijakan dan strategi keamanan negara yang berhubungan dengan perkembangan keamanan internasional pada abad ke 21.

Mampu menganalisis pelaksanaan dari kegiatan kontra-terorisme dan memberikan pemikiran kritis terhadap proses dan hasil pelaksanaan kegiatan kontra-terorisme  tersebut.

Mampu merumuskan berbagai pendekatan anti-terorisme yang lebih melandaskan diri pada pendekatan kultural, ekonomi dan sosial.

Mampu mengidentifikasi dan menginvestigasi sejumlah kasus terorisme dan perkembangan radikalisme di Indonesia serta di wilayah lain dimana ekdua fenomena tersebut saling berkaitan dan membentuk semacam jaringan internasional.

Karir yang Relevan :

Setelah menyelesaikan studi pada Program Pascasarjana Kajian Terorisme, karir yang dapat dikembangkan oleh para lulusan adalah analisis kebijakan dan pelaksana kebijakan pada institusi pemerintah maupun swasta, organisasi internasional, institusi militer dan kepolisian, organisasi non-pemerintah, media maupun sebagai peneliti dan akademisi.